Cara menanam daun mint supaya tumbuh subur

Bagaimana cara menanam daun mint supaya tumbuh subur. Hal ini akan dibahas di artikel berikut, baik dari cara memperoleh bibit mint, cara pemeliharaan tanaman mint sampai dengan kita dapat memetik hasil panennya. Tanaman mint merupakan salah satu jenis tanaman yang cukup mudah dipelihara dan tanaman ini dapat tahan hingga bertahun tahun, jika kita merawatnya dengan baik.

Tanaman mint mempunyai banyak varietasnya tetapi yang paling dikenal dimasyarakat adalah varietas seperti Mentha arvensis yang menghasilkan menthol dan minyak mentha jepang. Tanaman mint jika dibiarkan tumbuh tanpa dibatasi maka tanaman mint ini akan cepat tumbuh dan cepat menyebar kemana mana serta mampu bersaing dengan tanaman yang berada disekitarnya dalam mengambil asupan makanan yang tersedia didalam tanah. Oleh sebab itu untuk bisa membatasi pertumbuhan tanaman mint, maka kita bisa menggunakan media pot untuk menanam tanaman mint.

Tanaman mint sebenarnya bukan merupakan tanaman asli Indonesia tetapi tanaman mint berasal dari daerah subtropik di sekitar Mediteranian (LautTengah). Konon menurut sejarah, bahwa penyebaran pertama kali tanaman mint hingga bisa sampai ke daerah Asia diperkirakan berasal dari Eropa, dan disebar luaskan oleh orang spanyol ke daerah semenanjung Malaya dan Singapura. Dengan berjalannya waktu akhirnya sejak tahun 1500 M, tanaman mint ini banyak dibudidayakan di California, Washington, Michigan, Ohio serta negara-negara lainnya seperti negara Rumania, Inggris, Prancis, Maroko, Rusia, Argentina, Brazil, Cina, Bulgaria dan Jepang. (Baca juga : Cara menanam serai supaya panen bagus)

Tanaman mint merupakan salah satu tanaman herbal, dimana daun mint dapat digunakan sebagai bumbu salad, untuk campuran masakan daging maupun ikan dan bisa juga digunakan sebagai campuran teh atau minuman lainnya. Daun mint menghasilkan rasa mint atau menthol, biasanya digunakan pada obat batuk dan permen, maupun industri obat kumur yang mempunyai rasa menthol. Berikut beberapa tahapan cara menanam mint :

Cara menanam mint di pot

Apabila kita akan mencoba menanam daun mint di pot maka kita harus mempersiapkan tempat untuk melakukan semaian bibit mint, menyiapkan tanaman mint dan pot. Bagaimana caranya kita mendapatkan bibit mint, berikut caranya :

  •  Memetik tanaman mint dari tanaman mint yang sudah ada.

Karena menanam mint dari biji cukup sulit dan bahkan bahkan tidak mungkin bisa dilakukan untuk beberapa varietas, seperti jenis pepermin. Sehingga kita dapat memperoleh bibit mint dengan cara memotong tangkai kira-kira 1 cm di atas percabangan, dan cara ini dimaksudkan untuk menumbuhkan cabang baru pada bagian tersebut. Tangkai yang sudah tidak berdaun, kita masukkan ke dalam segelas air. Setelah 1 minggu maka tangkai mint akan mulai tumbuh akar akar kecil berwarna putih yang akan mulai muncul di bawah air. Kita tunggu kira kira 1 minggu sampai akar mint tumbuh cukup panjang. Jika diperlukan, kita bisa menambahkan air lagi ke dalam gelas dan pastikan untuk mengganti air yang ada di dalam gelas setiap 4-5 hari sekali supaya tanaman mint tidak membusuk.

  • Membeli bibit mint yang masih kecil

Untuk memperoleh bibit mint maka kita dapat membeli bibit mint yang masih kecil di toko pertanian maupun dipusat pembibitan tanaman. Jenis varietas tanaman mint diantaranya adalah sweet mint, chocolate mint, spearmint, lemon mint, applemint, dan pepermin. Jenis mint yang sering digunakan untuk memasak adalah Spearmint.

  • Mencari sulur dari batang atau cabang tanaman mint yang sudah. Kita pilih batang atau  cabang yang tumbuh menjalar menjauhi tanaman utamanya dan memipunyai akar sendiri ini. Kita dapat mengambilnya secara hati hati untukdapat ditanam kembali  supaya tidak merusak tanaman utamanya.

Menanam tanaman mint

Jika kita sudah mendapatkan bibit mint yang berkualitas bagus dan bibit mint sudah tumbuh tangkai dan sudah berakar maka kita dapat memindahkannya kedalam pot. Pilihlah pot yang mempunyai ukuran lebar kira kira 30-40 cm dan untuk setiap pot dapat ditanam 1 tanaman mint karena tanaman mint dapat menyebar dengan cepat dan akarnya cenderung akan memenuhi pot. (Baca juga : Cara menanam serai supaya panen bagus)

Daerah yang paling baik untuk mulai menanam tanaman mint adalah daerah dengan 4 musim dan sebaiknya tanaman mint ditanam pada musim semi atau musim gugur. Namun demikian tanaman mint dapat tumbuh kapan saja, tetapi tanaman mint akan lebih optimal tumbuhnya apabila ditanam pada kedua musim tersebut. Untuk dapat menjaga kelembaban tanahnya maka kita dapat menambahkan penahan air berbahan polimer atau dapat juga menggunakan perlit atau vermikulit. Berikut cara menanam mint di pot :

  1. Buatlah lubang tanam sedalam kira kira 5 cm, kemudian tanamlah bibit mint yang sudah berakar. Untuk setiap pot sebaiknya kita tanam 1 tanaman mint saja, supaya cukup ruang buat tanaman mint untuk bisa tumbuh subur secara optimal.
  2. Letakkan pot di dalam ruangan atau didekat jendela yaitu ditempat yang mendapatkan sinarmatahari cukup, baik pada pagi hari maupun pada sore hari.  Paparan sinar matahari pada tanaman mint ini jangan sampai membuat tanaman mint menjadi kering, sehingga kita harus menjaga kondisi tanahnya supaya tetap lembab. Karena tanaman mint paling cocok dan dapat tumbuh subur di tempat tanah yang basah.
  3. Kondisi tanah yang paling baik untuk menanam mint adalah kondisi tanah yang subur dan mempunyai pH antara 6-7. Walaupun tanaman mint bisa tumbuh dengan sendirinya, namun demikian pemupukan juga dapat dilakukan seminggu sekali terhadap tanaman mint ini sehingga akan membuat tanaman mint dapat tumbuh menjadi lebih baik lagi. Kita dapat memastikan bahwa tanah harus dalam keadaan basah dan dapat menambahkan mulsa disekitar tanaman mint untuk melindungi akarnya.
  4. Apabila kita menanam mint di lahan yang sudah dibuatkan bedengan maka kita dapat menanam bibit mint didalam pot terlebih dahulu. Setelah itu kita bisa membenamkan pot yang berisi bibit mint dengan kedalaman kira kira 12 cm, dan tepi bagian pot supaya tetap dibiarkan berada dipermukaan tanah. Hal ini supaya sistem perakaran tanaman mint berada didalam pot, sehingga tanaman mint tidak akan menyebar di seluruh lahan seperti rumput liar dan dapat dikendalikan pertumbuhannya.

Perawatan tanaman mint

Dalam menanam tanaman mint maka kita juga perlu melakukan perawatan yang benar supaya pertumbuhan tanaman mint dapat kita kendalikan dan dapat tumbuh dengan subur. Berikut perawatan yang dapat kita lakukan terhadap tanaman mint :

  • Penyiraman

Penyiraman terhadap tanaman mint dapat kita lakukan sesering mungkin terutama pada tahun pertama usia tanam. Penyiraman ini berguna untuk menjaga kondisi tanah tetap lembab sehingga tidak sampai terjadi kekeringan, tetapi dalam melakukan penyiraman ini jangan sampai merendam tanaman mint namun dipastikan saja supaya tanaman mint mendapatkan air yang cukup.

  • Pemotongan rutin

Pucuk tanaman mint perlu dilakukan pemotongan secara rutin supaya tanaman mint tidak tumbuh terlalu tinggi dan dapat memacu daun mint supaya tumbuhnya lebih kesamping dari pada keatas. Dengan demikian kita dapat memanen daun mint menjadi lebih mudah karena pertumbuhan tanaman mint menjadi tidak terlalu tinggi. Kita dapat melakukan pemotongan pucuk tanaman mint bersamaan dengan saat kita melakukan pengecekan kondisi tanah apakah kondisi tanah memerlukan penyiraman lagi atau tidak.

  • Pemangkasan

Pemangkasan terhadap kuncup bunga mint dapat kita lakukan supaya tanaman mint tetap pendek. Pada saat bunga mint akan mulai mekar sekitar bulan Juni hingga September dan sebelum bunga mint mekar maka kita harus melakukan pemangkasan supaya tanaman mint dapat tumbuh terkendali. Dengan cara memetik kuncup bunga mint yang baru muncul maka akan membuat musim panen tanaman mint menjadi lebih panjang.

  • Pemupukan

Pemupukan terhadap tanaman mint dapat kita lakukan supaya tanaman mint mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Kita dapat memberikan pupuk berupa pupuk organik dan pupuk anorganik seperti pupuk Urea, SP-36 dan KCI atau dapat juga menggunakan pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ha, pupuk anorganik masing-masing dengan dosis 150 kg/ha

  • Memperbanyak tanaman mint

Memperbanyak tanaman mint menjadi beberapa bagian tanaman mint baru dapat kita lakukan setiap 2 atau 3 tahun sekali, supaya rasa dan aroma daun mint tetap kuat. Memperbanyak tanaman mint ini harus dilakukan karena tanaman mint akan memenuhi pot setelah beberapa tahun sehingga kita dapat memperbanyak tanaman mint dengan cara menanam tanaman mint baru di beberapa pot.

  • Mengatasi hama dan penyakit

Penyakit yang dapat menyerang tanaman mint adalah jamur, seperti jamur rust, verticillium wilt atau mint antrhranose dan untuk mengatasinya kita dapat menyemprotkan fungisida. Tanda yang muncul kalau tanaman mint terserang jamur rust adalah terdapat bercak berwarna oranye kecoklatan di bagian bawah daunnya.

Hama yang biasanya menyerang tanaman mint adalah jenis kumbang penggerek seperti flea beetles, root borers, root weevils dan sejenis kutu yang hampir sama dengan laba laba atau spider mites. Namun demikian dengan aroma bau mint yang kuat sebenarnya sudah dapat mengusir sebagian besar hama dan serangga yang akan menyerang tanaman mint tersebut. Hal ini bisa terjadi, apabila kita dapat menyediakan sirkulasi udara yang baik dan kondisi tanah mempunyai drainse yang bagus sehingga dapat membuat tanaman mint tetap sehat dan subur. Jika kita menemukan serangga pada tanaman mint maka kita dapat mengatasinya dengan cara melakukan penyemprotan insektisida.

Memanen daun mint

Kita dapat melakukan panen daun mint dengan cara memotong bagian tanaman dengan sabit atau gunting setek kurang lebih 20 cm dari permukaan tanah. Biasanya untuk panen pertama kali dapat kita lakukan pada saat usia tanaman mint 3-4 bulan dan pada saat tanaman mint berbunga 50-70 % dari jumlah populasi tanaman. Bekas tanaman mint akan mulai tumbuh dan berkembang kembali dan setelah 3-4 bulan, tanaman mint dapat kita panen lagi. Sebaiknya kita melakukan panen pada saat pagi hari. Di Indonesia, biasanya kita dapat melakukan panen daun mint sebanyak 2 kali dalam setahun, namun jika irigasinya teratur dan baik maka kita dapat melakukan panen daun mint sebanyak 3 kali dalam setahun.

Manfaat daun mint

Ternyata manfaat daunt mint untuk kesehatan tubuh cukup banyak karena daun mint banyak mengandung vitamin C, provitamin A, fosfor, besi, kalsium dan potasium. Berikut manfaat daun mint untuk kesehatan tubuh :

  • Obat penenang
  • Anti batuk
  • Diaforetik (menghangatkan dan menginduksi keringat)
  • Mengatasi ketombe
  • Penghilang sakit perut
  • Mengurangi rasa lapar
  • Penghilang bau mulut
  • Sebagai pendingin pada luka bakar
  • Mengurangi rasa gatal
  • Mengurangi iritasi tenggorokan dan sinus

Demikian bahasan artikel tentang cara menanam daun mint supaya lebat daunnya dan dapat tumbuh subur. Pembahasan dimulai dari cara menanam tanaman mint, perawatan tanaman mint, cara memanen daun mint sampai dengan apa saja manfaat daun mint dapat kita pelajari, semogabermanfaat.