Cara mengatasi tanaman hampir mati

Cara mengatasi tanaman yang hampir mati sangat diperlukan untuk kita bahas disini, terutama sangat bermanfaat bagi mereka yang menghadapi masalah yang sama yaitu sedang menghadapi situasi dimana tanamannya dalam kondisi yang hampir mati juga. Mengapa saya menulis artikel ini? Hal ini, karena saya telah mengalami sendiri pohon mangga harum manis saya mati karena terendam banjir air rob. Saya telah menanam pohon mangga harum manis dari bibit mangga harum manis dengan cara cangkok. Setelah sekian lama menungu selama kurang lebih 3 tahun, akhirnya pohon mangga harum manis saya berbuah juga, sehingga saya dapat menikmati hasil panen buah mangga harum manis dengan disertai perasaan puas dan senang tentunya.

Panen mangga harum manis pertama kali memang tidak terlalu banyak, hanya menghasilkan 11 buah mangga harum manis saja. Tetapi untuk rasanya sungguh luar biasa, rasanya manis dan enak sekali, sampai akhirnya pohon mangga harum manis berbuah untuk yang kedua kalinya dengan jumlah panen mangga harum manis yang lebih banyak dari panen pertama yaitu sebanyak 30 buah mangga.

Namun karena kondisi tempat untuk menanam pohon mangga telah terjadi banjir rob besar, sehingga menyebabkan pohon mangga menjadi tergenang air rob selama beberapa hari bahkan lebih dari 7 hari lamanya. Pada saat panen mangga harum manis untuk yang ke 3 kalinya, ternyata rasa buah mangga telah berubah dari yang semula manis menjadi rasa manis  dan agak sedikit asin. Kemudian terjadi kondisi yang mengkhawatirkan, karena daun daun pohon mangga harum manis mulai terlihat berubah warnanya menjadi menguning dan kemudian mengering serta mulai meranggas dan berguguran.

Meskipun pada saat itu masih ada daun yang trubus atau daun yang baru tumbuh, sehingga saya berinisiatif untuk menebang dahan dahan yang daunnya sudah mulai mengering, dengan maksud supaya pohon mangga harum manis dapat tumbuh segar kembali. Ternyata hasilnya diluar harapan saya, karena pohon mangga mangga justru tidak terselamatkan dan dibagian kulit batangnya mulai mengeluarkan getah dan terkelupas, sehingga pohon mangga sudah tidak dapat diselamatkan lagi dan akhirnya mati.

Betapa sedihnya hati ini setelah sekian lama menanti pohon mangga harum manis yang kita tanam sendiri dengan harapan dapat menikmati buahnya dalam jangka panjang, ternyata baru menikmati 3 kali panen pohon mangga harum manis dan akhirnya pohon mangga harum manis tersebut tidak dapat terselamatkan dan mati.

Contoh pohon mangga harum manis yang masih sehat :

pohon mangga harum manis masih sehatat
Pohon mangga harum manis masih sehat

Contoh pohon mangga harum manis yang hampir mati :

pohon mangga harum manis yang hampir mati
pohon mangga harum manis yang hampir mati

Menanam pohon mangga dirumah, selain kita akan mendapatkan suasana asri, sejuk maka kita  dapat menikmati buah mangga harum manis tanpa harus membeli. Dari pengalaman yang telah diceritakan tadi maka saya kemudian mencari tahu, bagaimana cara mengatasi tanaman yang memperlihatkan gejala layu dan bahkan hampir mati, supaya mereka yang mempunyai tanaman atau mempunyai pohon mangga tidak akan mengalami kejadian yang sama dengan saya dan bisa mengetahui cara mengatasi pohon mangga yang hampir mati supaya dapat menjadi tumbuh segar dan hidup kembali.

Dalam menanam pohon mangga atau menanam tanaman apapun seperti cara menanam melon, cara menanam anggur, pastilah kita mengharapkan tanaman kita akan tumbuh sehat, subur dan dapat berbuah banyak. Namun demikian banyak sekali terjadi masalah terhadap tanaman yang kita tanam, sehingga tanaman menjadi tidak tumbuh dengan sehat. Hal ini bisa saja terjadi pada tanaman yang baru ditanam maupun tanaman yang sudah lama ditanam.

Berikut cara mengatasi tanaman yang hampir mati, supaya bisa sehat dan segar kembali :

  1. Kondisi tanaman dan media tanam

Jika kita hoby menanam maka untuk mengerjakan pekerjaan yang satu ini yaitu melakukan pengecekan kondisi tanaman dan kondisi media tanam bukanlah sesuatu hal yang sulit karena ditunjang oleh hobi kita tersebut dan kita akan mengerjakannya dengan senang hati.

Dengan melakukan pengecekan kondisi tanaman dan media tanam maka kita akan dapat mengetahui lebih awal penyebab tanaman mengalami gejala kematian atau hampir mati tersebut. Berikut cara pengecekan yang harus kita lakukan :

  • Amati secara seksama kondisi tanaman, mulai dari daun, batang hingga sampai ke kondisi perakarannya.
  • Jika daun tanaman menunjukkan warna kekuningan, kemudian batang atau cabang tanaman mengering maka ini menunjukkan bahwa tanaman mengalami dehidrasi.
  • Kondisi media tanam juga dapat menjadi penentu kesehatan dan kesuburan tanaman.
  • Kita dapat memegang kondisi media tanam, jika media kering maka berarti tanaman kita mengalami kekurangan air.
  • Sebaliknya jika media tanam dalam kondisi becek atau terlampau basah maka dapat menjadi penyebab terjadinya infeksi pada akar yang akan menyebabkan pembusukan akar tanaman.
  • Untuk memastikan penyebab pastinya maka kita harus membandingkan hasil dari pengecekan pada tanaman dan media tanamnya.
  • Hal ini diperlukan untuk penanganan selanjutnya supaya tepat.
  1. Penyiraman

Dalam beberapa faktor yang menjadi penyebab tanaman menjadi hampir mati, yang paling dominan penyebabnya adalah tanaman mengalami kekurangan air. Tanaman yang mengalami kekurangan air menyebabkan tanaman menjadi tidak dapat berfotosintesis sehingga tanaman mengalami kematian.

Untuk mengatasi kondisi ini maka segera kita harus melakukan penyiraman terhadap tanaman tersebut, dengan cara penyiraman yang benar yaitu :

  • Penyiraman sebaiknya dilakukan pada pagi hari.
  • Penyiraman air dilakukan dengan cara sedikit demi sedikit terlebih dahulu.
  • Kemudian dapat ditambahkan volume air pada penyiraman kedua.
  • Lakukan hal yang sama pada keesokan harinya.
  • Jika tanaman menunjukkan perubahan, maka volume dan frekuensi penyiraman dapat disesuaikan.
  1. Memberikan sinar matahari yang cukup

Penyebab kematian tanaman selain disebabkan karena kekurangan air maka dapat juga disebabkan karena tanaman kurang mendapat sinar matahari yang cukup. Dengan memberikan sinar matahari yang cukup pada tanaman kita maka tanaman akan dapat melakukan fotosintesis sehingga tanaman dapat dengan sempurna membuat makanannya sendiri dan akhirnya tanaman akan menjadi sehat dan tumbuh subur. Sebaliknya jika sinar matahari yang diperoleh tanaman kurang maka tanaman tidak dapat melakukan fotosistesis sehingga tanaman tidak dapat membuat makanan sendiri dan tanaman akan mengalami gejala kematian.

  1. Pindahkan ke media tanam baru

Salah satu cara untuk mengatasi tanaman yang hampir mati sehingga dapat berubah menjadi segar serta dapat tumbuh kembali adalah dengan cara memindahkan tanaman ketempat media tanam yang baru. Cara ini sangat efektif dilakukan pada tanaman yang sudah tumbuh terlalu lama pada tempat media tanam yang sama. Media tanam yang sudah digunakan terlalu lama untuk ditumbuhi tanaman maka media tanam tersebut kemungkinan akan banyak mengandung bakteri maupun jamur. Hal inilah yang akan membuat tanaman pertumbuhannya terganggu dan dapat membuat tanaman hampir mati. Berikut cara melakukan pemindahan tanaman ke media tanam yang baru :

  • Siapkan media tanam dan tempat yang baru.
  • Tambahkan unsur hara yang cukup pada media tanam baru yaitu dengan menambahkan pupuk organik.
  • Kemudian pindahkan tanaman ketempat media tanam yang baru.
  • Sebelum mencabut tanaman sebaiknya siram media tanam lama terlebih dahulu supaya tanaman dapat lebih mudah untuk dicabut.
  • Cara mencabut tanaman yaitu dengan memegang bagian pangkal tanaman dan harus dilakukan secara hati-hati supaya akar tanaman tidak rusak.
  • Sebaiknya tanaman dapat direndam di dalam larutan fungisida 5g/liter selama 10-15 menit.
  • Selanjutnya buat lubang tanam pada media tanam yang baru dan tanam tanaman ditempat media tanam yang baru
  • Perawatan dan pemeliharaan yang intensif sangat diperlukan supaya tanaman dapat tumbuh dengan optimal.
  1. Mengatasi hama dan penyakit

Hama dan penyakit merupakan salah satu penyebab tanaman menjadi hampir mati sehingga kita harus mengatasi hama dan penyakit yang telah menyerang tanaman dengan cara pembersihan tanaman yang sudah terserang oleh hama dan penyakit tersebut. Berikut cara pembersihan yang dapat kita lakukan adalah :

  • Potong bagian tanaman yang mengalami gejala kekuningan.
  • Jika ada bagian tanaman yang busuk maka kita harus memotong dan buang bagian tersebut.
  • Untuk mengatasi hama maka kita dapat memberikan larutan fungisida atau insektisida untuk disemprotkan pada tanaman.
  • Jika kondisi tanaman mulai membaik maka kita dapat melakukan tindakan yang sama secara intensif.
  1. Memberikan pupuk dan perawatan yang lebih

Salah satu penyebab tanaman akan mengalami kritis dan menjadi hampir mati adalah karena kekurangan unsur hara yang tersedia di media tanam. Untuk mengembalikan unsur hara tetap tersedia di media tanam maka kita dapat menambahkan pupuk dan perawatan yang lebih insetif supaya tanaman dapat kembali sehat dan dapat tumbuh dengan optimal. Berikut cara pemberian pupuk pada media tanam :

  • Dapat menggunakan pupuk NPK dan diberikan dengan cara di kocorkan ke tanaman.
  • Larutkan 3-5 gram pupuk per liter air.
  • Kemudian siramkan kebagian media tanam secara teratur.
  • Selain itu dapat memberikan pupuk daun berupa Gandasil.
  • Larutkan pupuk daun dengan takaran 5 gram / liter.
  • Kemudian semprotkan ke bagian daun tanaman.
  • Lakukan hal ini setiap pagi dan sore hari.
  • Amati setiap perubahan tanaman yang terjadi.
  • Kita bisa menambahkan pupuk kandang atau pupuk slow release ke media tanam.

Demikianlah cara mengatasi pohon mangga maupun mengatasi tanaman lainnya yang hampir mati yang paling efektif, sehingga kita dapat melakukan tindakan untuk menyelamatkan tanaman kita sehingga tanaman dapat tumbuh kembali dengan baik. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *